Rumus CAGR atau Compound Annual Growth Rate

Di dalam dunia investasi, Anda akan menemukan berbagai istilah penting yang harus dipahami. Salah satunya adalah CAGR atau Compound Annual Growth Rate. CAGR adalah rata-rata tingkat pertumbuhan tahunan suatu investasi dalam jangka waktu tertentu lebih dari satu tahun. Pentingnya CAGR dalam investasi Saham CAGR adalah salah satu cara paling akurat untuk menghitung dan menentukan return […] The post Rumus CAGR atau Compound Annual Growth Rate appeared first on Akseleran Blog.

Rumus CAGR atau Compound Annual Growth Rate

Di dalam dunia investasi, Anda akan menemukan berbagai istilah penting yang harus dipahami. Salah satunya adalah CAGR atau Compound Annual Growth Rate. CAGR adalah rata-rata tingkat pertumbuhan tahunan suatu investasi dalam jangka waktu tertentu lebih dari satu tahun.

Pentingnya CAGR dalam investasi Saham

CAGR adalah salah satu cara paling akurat untuk menghitung dan menentukan return yang dapat naik atau turun seiring berjalannya waktu. Para investor kemudian dapat membandingkan CAGR dari dua alternatif. Dengan begitu, Anda bisa mengevaluasi seberapa bagus performa suatu saham jika dibandingkan dengan saham lain dalam kelompok atau terhadap indeks pasar.

Meski demikian, CAGR bukanlah angka return yang sesungguhnya, melainkan hanya angka representasi. Pada dasarnya, CAGR adalah angka yang menjelaskan seberapa tinggi pertumbuhan suatu investasi jika investasi tersebut tumbuh dengan tingkat yang sama setiap tahun dan labanya diinvestasikan kembali pada setiap akhir tahun.

Pada kenyataannya, itulah alasan performa seperti ini hampir tidak mungkin terjadi. Namun, CAGR dapat digunakan untuk memahami return secara lebih baik sehingga investor bisa membandingkannya dengan alternatif investasi lainnya.

Rumus Perhitungan CAGR

Compound Annual Growth Rate bisa dihitung dengan rumus nilai akhir bagi nilai awal. Kemudian, hasilnya dipangkat 1 per jumlah tahun dikurangi 1. Untuk lebih mudah memahaminya, mari kita terapkan rumus CAGR tersebut dengan suatu contoh kasus. 

Misalnya, Perusahaan A memiliki perkembangan ekuitas selama 5 tahun berturut-turut yaitu 39, 32, 21, 71, dan 211. Dari contoh tersebut, cara perhitungan CAGR ekuitas perusahaan tersebut adalah 211/39 yang menghasilkan angka 5,41. Angka tersebut kemudian dipangkat ¼ atau 0,25 sehingga hasilnya adalah 1,5251. Hasil ini kemudian dikurangi 1 sehingga hasil akhirnya adalah 0,5251. Jika diubah ke dalam bentuk persen, CAGR perusahaan A adalah 52,51%..

Manfaat CAGR

Ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan investor dengan memahami instrumen ini. Salah satu manfaat CAGR adalah membuat investor memahami mana perusahaan yang akan lebih menguntungkan berdasarkan karakter pertumbuhan ekuitas perusahaan tersebut. CAGR juga bisa digunakan untuk melacak kinerja berbagai bisnis untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan bisnis tersebut.

Para investor yang berbasis pertumbuhan perusahaan biasanya akan memilih angka CAGR yang lebih besar dengan nilai akhir yang lebih besar pula. Namun, jika seorang investor menginginkan investasi pada perusahaan yang lebih bisa diprediksi, perusahaan dengan pertumbuhan ekuitas yang halus dan persentase CAGR lebih kecil bisa menjadi pilihan.

Meski demikian, memahami makna angka-angka ini saja tidak cukup. Jika terjadi lonjakan atau penurunan, seorang investor yang baik harus memahami alasan kenaikan atau penurunan pertumbuhan ekuitas tersebut. Dengan memahami hal ini, investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih hati-hati sehingga tidak merugikannya.

Riwayat performa memang bukan 100 persen indikator hasil di masa depan. Namun, hal tersebut bisa menjadi informasi berharga bagi para investor untuk mengetahui kesehatan pertumbuhan suatu perusahaan. 

Baca juga: 5 Kelebihan P2P Lending Yang Wajib Kamu Tahu!

Kelemahan CAGR

CAGR memang sering digunakan untuk menilai pertumbuhan bisnis, tetapi bukan berarti instrumen ini tidak memiliki kelemahan. Beberapa kelemahan CAGR adalah sebagai berikut:28

  1. Angkanya terkadang tidak akurat karena bisa ditipu dengan lonjakan pertumbuhan yang terjadi di tahun terakhir saja.
  2. Metode ini tidak dapat digunakan untuk melihat perubahan pertumbuhan yang disertai dengan penurunan.

Pada dasarnya CAGR adalah alat yang baik dan bernilai untuk mengevaluasi berbagai pilihan investasi. Meski demikian, nilai CAGR tersebut tidak menunjukkan cerita secara keseluruhan. Investor dapat menganalisis alternatif investasi dengan membandingkan CAGR dua perusahaan atau lebih dari periode waktu yang sama. 

CAGR sebaiknya tidak dijadikan sebagai satu-satunya instrumen pengukur. Pasalnya, instrumen ini tidak akan ideal jika digunakan untuk mendorong hasil investasi tanpa mempertimbangkan faktor risiko. Selain mengetahui nilai CAGR, investor juga harus mengevaluasi risiko investasi relatif. Hal ini membutuhkan penggunaan alat pengukuran lainnya, misalnya deviasi standar. 

Meskipun membutuhkan perhitungan, analisis, dan evaluasi, jangan terburu-buru merasa ragu untuk memulai investasi saham. Justru karena dilengkapi dengan berbagai metode kalkulasi dan analisis, investasi saham bisa lebih aman karena tidak berdasarkan ramalan atau tebak-tebakan semata. 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke cs@akseleran.co.id.

The post Rumus CAGR atau Compound Annual Growth Rate appeared first on Akseleran Blog.