Pengertian Bull Trap dan Bear Trap dalam Trading!

Bull trap dan bear trap merupakan pola yang kerap dijumpai dalam trading. Namun, kedua jebakan ini justru ditakuti oleh para trader. Mengikuti penamaan yang diberikan, jebakan tersebut dibuat guna menangkap bullish atau bearish dalam posisi lemah sebelum harga berbalik arah. Satu hal yang pasti, keduanya bisa menimbulkan kerugian besar bagi trader. Lantas, apa perbedaan keduanya? […] The post Pengertian Bull Trap dan Bear Trap dalam Trading! appeared first on Akseleran Blog.

Pengertian Bull Trap dan Bear Trap dalam Trading!

Bull trap dan bear trap merupakan pola yang kerap dijumpai dalam trading. Namun, kedua jebakan ini justru ditakuti oleh para trader. Mengikuti penamaan yang diberikan, jebakan tersebut dibuat guna menangkap bullish atau bearish dalam posisi lemah sebelum harga berbalik arah.

Satu hal yang pasti, keduanya bisa menimbulkan kerugian besar bagi trader. Lantas, apa perbedaan keduanya? Bagaimana pula cara menghindari situasi demikian? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian Bull Trap

Istilah ini merujuk pada suatu sinyal palsu adanya penurunan tren pada indeks, saham, maupun efek lain yang justru berbalik arah. Padahal, saat sesi awal tampak meyakinkan, sampai kemudian berhenti sebelum tiba di level support. 

Pergerakan tersebut lantas menggiring trader atau investor masuk dalam “jebakan” karena mengikuti sinyal yang muncul. Akibatnya, trader pun merugi. Pola gergaji atau whipsaw dijadikan nama lain sinyal palsu ini karena bentuk grafik yang naik turun secara cepat bak gergaji. 

Saat tren bergerak perlahan, sinyal ini tampaknya benar sehingga trader pun diyakinkan untuk segera mengambil tindakan. Sinyal palsu ini mendorong posisi lama lantaran penurunan tren sekilas bakal terjadi. Semula tren bergerak naik, tetapi karena sesungguhnya tanda itu sinyal palsu, pasar pun bergerak turun.

Otomatis situasi demikian membuat mereka yang telanjur mengambil long position terjebak dan harus segera bertindak jual rugi. Tidak sedikit trader yang masuk jebakan ini sebab mereka takut melewatkan tren naik yang baru. Walhasil mereka melakukan aksi beli terlalu dini sebelum menyadari itu adalah sebuah jebakan.

Baca juga: Acuan Membeli Saham: Daftar Indeks Saham Terpopuler di Indonesia

Situasi ini muncul saat trader melakukan aksi beli suatu sekuritas yang melebihi batas level resistance. Bisa dibilang, langkah tersebut sebetulnya bagian dari strategi berbasis analisis yang umum dipakai trader. 

Namun, akibat banyak breakout bermunculan, didukung dorongan pergerakan kuat yang mengarah ke posisi lebih tinggi, dengan cepat sekuritas tersebut berbalik arah. Saking cepatnya, trader tidak bisa lagi mengubah keputusan karena sudah terjebak dalam aksi jual beli.

Situasi demikian bisa dihindari jika kamu sebagai trader mau mencari konfirmasi dari sebuah pelarian. Contoh, kamu dapat cari volume lebih tinggi dari bullish dan candlestick rata-rata. Kemudian, sebuah breakout akan memberimu kepastian apakah benar harga cenderung meningkat.

Breakout tersebut menciptakan candlestick bervolume kecil sehingga punya sifat tidak menentu. Namun, ini dapat memberikan kamu sinyal atau tanda-tanda tertentu apakah benar itu sang jebakan yang tidak dinanti semua orang. 

Pengertian Bear Trap

Sebaliknya, istilah ini merujuk pada suatu pola teknis yang muncul saat kinerja indeks, saham, maupun efek lain mengirim sinyal palsu pembalikan tren harga naik. Situasi ini berpotensi membuat trader tergoda untuk bertindak guna mengantisipasi pergerakan harga yang sebetulnya tidak sungguh-sungguh terjadi.

Pola demikian kerap dipicu penurunan harga sehingga trader terdorong untuk segera mengambil aksi short sale. Padahal, nilai aset yang beredar di pasar bakal menurun ketika terjadi pembalikan. Jika telanjur short sale, mau tidak mau trader harus mengganti uang pinjaman yang didapat sebelumnya.

Menghindari Situasi Menjebak Saat Trading

Sinyal palsu pembalikan tren harga naik maupun turun ini termasuk berbahaya. Sekali trader terjebak, kerugian yang ditanggung terbilang besar. Apalagi, peralihan itu berlangsung begitu cepat sehingga trader nyaris tidak mungkin putar balik.

Untuk mengatasinya, trader dapat melakukan beberapa hal berikut ini.

  • Bangun pemahaman yang kuat terkait manajemen risiko trading.
  • Usahakan trading di arah tren utama saja, sebisa mungkin tidak tergoda mencoba tren lain yang di luar kebiasaan atau situasi normal.
  • Cek besaran volume aset pada pasar. Saat volume konsisten dan terjadi perubahan harga, langsung berhati-hati dan jangan bertindak gegabah.
  • Perhatikan juga tanda-tanda peringatan yang muncul. Contoh, ketika volume breakout kian rendah, segera bergerak cepat meninggalkan proses jual beli. 
  • Pakai stop-loss jika dirasa perlu, terlebih dalam situasi pasar yang sedang bergerak cepat.
  • Cari tahu indikator divergen yang biasa ditemukan pada RSI.
  • Pantau terus perkembangan pasar terkini melalui portal berita sehingga bisa segera bertindak apabila situasinya memang menguntungkan.

Bull trap dan bear trap sama-sama berupa pola teknis atas kinerja indeks, saham, atau efek lain yang memberikan sinyal pembalikan palsu tren harga. Perbedaan keduanya terletak pada naik turun tren harga tersebut. Karena berbahaya, trader dituntut tetap waspada dan cermat membaca situasi demi terhindar dari jebakan tersebut.

Jadi, sudah siap mencoba trading?

Pastikan Untuk Memahami Setiap Risiko di dalam Instrumen Investasinya!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke cs@akseleran.co.id.

The post Pengertian Bull Trap dan Bear Trap dalam Trading! appeared first on Akseleran Blog.