Bayar Utang dengan Cicilan Sudah Tepatkah?

Pada dasarnya utang bukanlah sesuatu yang buruk. Utang terdiri dari dua jenis: utang produktif dan utang konsumtif. Utang produktif merupakan utang yang digunakan untuk pembiayaan kegiatan yang mendatangkan manfaat finansial secara langsung, seperti pinjaman untuk modal usaha. Sebaliknya, utang konsumtif merupakan utang yang digunakan untuk kegiatan yang sifatnya konsumtif, misalnya pinjaman untuk pergi berlibur atau […] The post Bayar Utang dengan Cicilan Sudah Tepatkah? appeared first on Akseleran Blog.

Bayar Utang dengan Cicilan Sudah Tepatkah?

Pada dasarnya utang bukanlah sesuatu yang buruk. Utang terdiri dari dua jenis: utang produktif dan utang konsumtif.

Utang produktif merupakan utang yang digunakan untuk pembiayaan kegiatan yang mendatangkan manfaat finansial secara langsung, seperti pinjaman untuk modal usaha. Sebaliknya, utang konsumtif merupakan utang yang digunakan untuk kegiatan yang sifatnya konsumtif, misalnya pinjaman untuk pergi berlibur atau berbelanja.

Memiliki utang menjadi hal lumrah yang dilakukan setiap orang, asalkan tidak mengganggu cash flow bulanan. Agar tidak mengganggu cash flow, Sobat bisa manfaatkan kemudahan membayar utang. Salah satunya adalah dengan cicilan.

Tetapi bayar utang dengan cicilan apakah sudah tepat?

Ahmad Gozali selaku Perencana Keuangan dari Zelts Consulting mengatakan, pembayaran utang tentu harus disesuaikan dengan dua hal. Pertama skema yang disepakati dua belah pihak. Kedua skema pola penghasilan.

Menurutnya, jika utang digunakan untuk penggunaan sebuah proyek selama periode tertentu, maka akan lebih baik jika pengembaliannya juga dengan pola yang secara tradisional disebut istilah “yarnen” atau “bayar saat panen”.

“Skema ini cocok untuk utang sebagai modal usaha pertanian, atau modal kerja proyek seperti konstruksi atau usaha pengadaan,” ujar Gozali kepada Akseleran, Selasa (24/11).

Tetapi, lanjut Gozali, jika utangnya untuk tujuan konsumtif seperti pembelian sepeda motor, pembelian alat elektronik atau lainnya maka akan lebih baik jika dibayar sesuai dengan penghasilannya yaitu bulanan.

Menurut Gozali, membayar utang dengan skema cicilan secara bulanan, utang akan terasa lebih ringan dibayarkan.

“Pada umumnya, rumus membayar utang cicilan tidak boleh lebih dari sepertiga penghasilan, dibulatkan jadi 35%,” tuturnya.

Baca Juga:
Tips Melunasi Utang Kartu Kredit yang Menggunung
Cicilan Lunas, Seberapa Penting Surat Keterangan Lunas?

Sementara, Eko Endarto selaku Perencana Keuangan dari Finansia Consulting mengatakan, cicilan adalah salah satu skema pembayaran dalam berutang. Artinya mereka yangg utang dapat membayar periodik.

“Jika pembayaran utang dengan cicilan tanpa bunga, pastinya akan menguntungkan si peminjam karena cash flow akan lebih sehat,” ujar Eko kepada Akseleran, Selasa (24/11).

Eko menuturkan, ada dua alasan kenapa orang berutang. Pertama karena tidak memiliki uang tunai yang cukup. Kedua, uang tunai cukup tetapi jika membayar utang secara tunai dikhawatirkan membahayakan cash flow bulanan.

Saran Eko, jika ingin membayar utang dengan cicilan sebaiknya tidak lebih dari 30% penghasilan bulanan.

Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email cs@akseleran.co.id

The post Bayar Utang dengan Cicilan Sudah Tepatkah? appeared first on Akseleran Blog.