Memahami Lead Time dalam Proses Bisnis

Anda tentu pernah membeli barang secara online, bukan? Ketika belanja online, Anda harus menunggu selama beberapa saat sebelum barang diterima. Lama waktu yang dibutuhkan bervariasi, tergantung jarak tempat tinggal. Rentang waktu inilah yang disebut sebagai lead time.  Benarkah Lead Time Adalah Hal Penting yang Harus Diperhatikan Dalam Bisnis? Lead time umumnya diterapkan oleh perusahaan di […] The post Memahami Lead Time dalam Proses Bisnis appeared first on Akseleran Blog.

Memahami Lead Time dalam Proses Bisnis

Anda tentu pernah membeli barang secara online, bukan? Ketika belanja online, Anda harus menunggu selama beberapa saat sebelum barang diterima. Lama waktu yang dibutuhkan bervariasi, tergantung jarak tempat tinggal. Rentang waktu inilah yang disebut sebagai lead time. 

Benarkah Lead Time Adalah Hal Penting yang Harus Diperhatikan Dalam Bisnis?

Lead time umumnya diterapkan oleh perusahaan di bidang jasa dan manufaktur. Pada dasarnya apa pun jenis bisnis yang Anda geluti, lead time harus diperhatikan. Istilah lead time adalah sendiri akan berbeda arti di setiap bidang, menyesuaikan operasi bisnis yang dijalankan. Sebagai contoh, lead time di bidang pengembangan produk adalah lamanya waktu produk mencapai pasar. 

Sementara dalam manajemen SDM, lead time adalah lamanya waktu perekrutan SDM hingga dinyatakan resmi sebagai bagian dari perusahaan. Namun, secara garis besar lead time sendiri dapat diartikan sebagai total waktu yang dibutuhkan dari proses pemesanan hingga penerimaan produk oleh konsumen. Istilah lead time juga kerap disebut sebagai waktu tunggu, waktu tenggang, atau waktu pemesanan bahan.  

Perlu Anda ketahui bahwa lead time yang tinggi berdampak pada tingginya persediaan. Hal ini akan memengaruhi kepuasaan konsumen. Bahkan, berisiko menyebabkan konsumen mencari barang alternatif lainnya. Mengingat lead time sangat penting lantaran mengacu pada jumlah waktu, lead time yang terlalu lama rentan menyebabkan pemborosan waktu dan sumber daya. 

Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan peninjauan lead time untuk meningkatkan produktivitas. Makin pendek lead time yang diperlukan, makin tinggi potensi keuntungan dan kepuasan konsumen yang akan Anda dapatkan. 

Elemen Lead Time

Secara umum, masa tenggang terdiri dari sejumlah variabel, yakni:

  • Preprocessing Time (Praproses)

Praproses disebut juga waktu perencanaan yang dibutuhkan untuk menerima restock ulang, memahami pesanan, dan membuat pesanan pembelian.

  • Processing Time (Waktu Proses)

Waktu proses merupakan waktu yang dibutuhkan setelah menerima pesanan pembelian untuk melakukan produksi barang.

  • Waiting Time (Waktu Tunggu)

Lamanya waktu dari proses pengadaan barang hingga dimulainya proses produksi.

  • Transportation Time (Waktu Pengiriman)

Waktu yang diperlukan selama proses perpindahan barang produksi dari gudang asal ke tangan konsumen. 

Baca juga: Mengenal Istilah-istilah dalam Dunia Investasi

  • Inspection Time (Waktu Inspeksi)

Waktu yang diperlukan konsumen untuk memeriksa barang yang diterima. Apakah barang tersebut sesuai dengan spesifikasi atau tidak. Rentang waktu ini juga dapat digunakan untuk menangani keluhan konsumen akan ketidaksesuaian barang dengan pesanan.

  • Storage Time (Waktu Penyimpanan)

Sesuai dengan namanya, waktu ini merupakan lamanya barang berada di pabrik atau gudang.

Bagaimana Cara Mengurangi Lead Time?

Anda dianjurkan untuk mengurangi lead time agar proses pengelolaan inventori lebih efisien. Lead time yang pendek berpotensi meraup kas lebih banyak dengan sedikit risiko dan rendah biaya pengelolaan material serta pemasaran. Untuk memudahkan Anda, simak sejumlah cara mengurangi waktu tenggang berikut ini. 

  • Kurangi Kegiatan Tertentu

Kurangi kegiatan yang tidak memberikan efek positif dan menambah nilai. Siapkan daftar kegiatan lalu hapus aktivitas yang dinilai tidak memberikan keuntungan.

  • Atur Metode Pengiriman

Untuk mempercepat durasi pengiriman barang, pilih ekspedisi yang menawarkan waktu lebih cepat dengan jumlah armada banyak. Dari sisi biaya, pengiriman singkat jelas lebih mahal. Namun, sebanding dengan kepuasan konsumen yang akan Anda dapatkan.  

  • Mencari Pemasok Lokal

Jika dalam proses produksi Anda menggunakan bahan lokal asal luar negeri, maka carilah pemasok lokal dengan kualitas setara. Membeli bahan baku lokal dari pemasok lokal efektif mengurangi waktu tenggang.

  • Melakukan Integrasi Vertikal

Mengurangi lead time dapat dilakukan dengan cara menggabungkan dua kegiatan yang berbeda. Contohnya, menggabungkan lokasi produksi dengan perakitan di satu tempat. Dengan cara ini, Anda bisa mengurangi lead time pengangkutan bahan baku yang diperlukan selama proses produksi hingga perakitan. 

  • Isi Stok Otomatis

Gunakan sistem otomatis untuk mengisi inventori atau memesan barang kepada pemasok. Dengan cara ini, Anda tidak akan kehabisan stok dan menghemat waktu tenggang.

Kesimpulan Mengenai Lead Time

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa lead time adalah salah satu faktor penting keberhasilan sebuah bisnis. Makin singkat waktu tenggang, makin besar tingkat kepuasan konsumen. Konsumen yang puas tentu berpotensi menjadi pelanggan setia dan mempromosikan bisnis Anda ke teman atau anggota keluarganya. Demikianlah informasi mengenai lead time yang perlu Anda pahami. Yuk, bagikan info ini kepada yang lain! 

Untuk Mencapai Keberhasilan Suatu Bisnis, Kamu Juga Dapat Mengembangkan Bisnismu dengan Modal Usaha dari Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke cs@akseleran.co.id.

The post Memahami Lead Time dalam Proses Bisnis appeared first on Akseleran Blog.