Ibu Butuh Uang Sambil Urus Anak? Ini Cara Mendapatkannya

Ajaib.co.id – Semua ibu butuh uang namun tidak banyak yang tahu cara menghasilkannya. Tak heran kemudian banyak yang menggantungkan kondisi finansialnya pada penghasilan suami saja. Hal ini memang tidak buruk namun memberikan sejumlah keterbatasan. Menjadi seorang ibu tidak menghentikan kebutuhan finansial seseorang. Karena itu, kamu tetap perlu uang untuk membeli kebutuhan pribadi. Banyak perempuan mengalami […] The post Ibu Butuh Uang Sambil Urus Anak? Ini Cara Mendapatkannya appeared first on Ajaib.

Ibu Butuh Uang Sambil Urus Anak? Ini Cara Mendapatkannya
ibu butuh uang

Ajaib.co.id – Semua ibu butuh uang namun tidak banyak yang tahu cara menghasilkannya. Tak heran kemudian banyak yang menggantungkan kondisi finansialnya pada penghasilan suami saja. Hal ini memang tidak buruk namun memberikan sejumlah keterbatasan.

Menjadi seorang ibu tidak menghentikan kebutuhan finansial seseorang. Karena itu, kamu tetap perlu uang untuk membeli kebutuhan pribadi. Banyak perempuan mengalami dilema harus membagi uang yang diberikan suaminya untuk kebutuhan keluarga, biaya anak dan belanja pribadi.

Salah satu cara yang sering dilakukan ibu ketika butuh uang adalah dengan meminjam uang atau melakukan utang. Apalagi jika kebutuhan tersebut sangat mendesak. Meminjam uang sudah menjadi salah satu hal pertama yang akan dipikirkan dan dilakukan mereka.

Jenis Utang yang Bisa Jadi Alternatif Ibu Ketika Butuh Uang

Di bawah ini adalah beberapa jenis-jenis utang yang dapat menolongmu saat ditimpa masalah krisis keuangan.

1. Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Pinjaman ini menawarkan syarat dan ketentuan pinjam uang yang mudah, di mana kamu tidak memerlukan jaminan untuk mendapatkan pinjaman. Selain itu, pinjaman jenis ini juga menawarkan pinjaman mulai dari Rp1 juta sampai Rp 500 juta.

Untuk suku bunganya pun bermacam-macam tergantung bank yang dipilih mulai dari 0,59 persen, 1 persen, 1,55 persen, hingga 2 persen per bulan. Sifatnya flat atau tetap dengan tenor yang lebih panjang hingga 15 tahun.

Jenis pinjaman ini sering jadi alternatif orang-orang yang butuh uang. Pasalnya, kamu bisa melakukannya dengan mudah, baik offline maupun online, hanya dengan syarat fotokopi KTP, dan formulir pengajuan. Selain itu, dana bisa cair lebih cepat. Dalam waktu 2 sampai 3 hari. Jadi sangat pas jika kamu membutuhkan uang tunai mendesak.

2. Kartu Kredit

Kartu kredit bukan hanya dimanfaatkan untuk membayar transaksi pembelian saja, tapi juga dapat memperoleh pinjaman dari fasilitas tarik tunai di mesin ATM, dan cicilan 0 persen. Sehingga, kamu tidak perlu repot bawa banyak uang tunai.

Sebagai pemilik kartu kredit, kamu juga bisa menikmati banyak promo dan diskon menarik dari merchant. Namun, perlu dipahami risikonya. Di mana, bunga kartu kredit maksimal 2,25 persen per bulan. Sedangkan jika melakukan tarik tunai kartu kredit dikenakan bunga lebih tinggi, sebesar 4 persen sekali penarikan. Sementara tenor cicilan kartu kredit umumnya mulai dari 3 bulan, 6 bulan sampai 12 bulan. Ada juga sampai dengan 18-24 bulan.

3. Pinjaman Online

Pinjaman satu ini sedang tren, terutama bagi orang yang tidak memiliki karyi kredit.. Pinjaman online ini menjadi pilihan banyak orang yang sudah kepepet butuh uang, karena syarat dan proses pengajuannya sangat mudah dan pencairannya cepat, bahkan ada yang menawarkan dalam hitungan jam saja.

Selain itu, syarat pengajuan pinjaman online hanya bermodal KTP dan pendaftaran online di aplikasi maupun website perusahaan. Kamu tidak perlu dokumen lain seperti slip gaji, KK, surat keterangan kerja, dan dokumen pendukung lainnya.

Namun, kamu akan mendapatkan tenor atau jangka waktu pembayaran yang singkat, membuat pinjaman online berbunga tinggi. Bunga pinjol per harinya 0,05 persen sampai maksimal 0,8 persen. Berarti sebulannya 1,5 persen hingga 24 persen. Itupun jika fintech lending legal dan resmi terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kamu juga perlu waspada, karena saat ini banyak pinjaman online ilegal yang memberikan bunga hingga 30 persen atau lebih. Itu artinya bunga pinjol sehari sekitar 1 persen.

4. Paylater

Paylater saat ini sedang tren di kalangan milenial dan juga ibu milenial. Di mana, kamu bisa membeli berbagai kebutuhan saat ini dan dibayar nanti setelah gajian. Cara kerjanya mirip kartu kredit.

Untuk mengajukannya pun mudah, kamu hanya perlu KTP dan foto diri, kemudian daftar di aplikasi dompet digital, e-commerce, maupun fintech lending yang menawarkan fasilitas tersebut.

Sedangkan, suku bunga paylater pun bermacam-macam, biasanya mulai dari 2,14 persen hingga 2,9 persen per bulan.. Untuk tenornya pun mereka akan memberi waktu maksimal 12 bulan. Bisa juga mengambil tenor lebih cepat, seperti 1 bulan, 3 bulan, atau 6 bulan.

Nah, itulah beberapa pinjaman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang bisa kamu lakukan dan dapatkan untuk mendapatkan uang darurat. Namun, bagi kamu yang tidak suka berutang, sebenarnya kegalauan ini bisa diminimalisasi jika para ibu memiliki penghasilan sendiri.

Tidak perlu lagi kebingunan ketika ibu butuh uang karena bisa menghasilkannya. Namun segudang aktivitas mengurus anak kadang membuat tidak punya tenaga dan waktu untuk bisa mencari pekerjaan. Karena itulah, jawabannya adalah merintis usaha yang cocok untuk para ibu di rumah.

Terkadang seorang Ibu butuh uang sambil urus anak. Tinggal di rumah untuk merawat anak-anak yang sedang tumbuh adalah pekerjaan penuh waktu, tetapi hal yang membuat frustasi adalah pekerjaan itu tidak ada bayarannnya.

Bagi ibu-ibu terkadang menjalani rutinitas itu sangat membosankan. Namun di sisi lain kasihan melihat sang suami mencari uang sendirian disaat kebutuhan hidup semakin banyak setiap waktunya. Dengan memiliki penghasilan sendiri, tentu saja anggaran rumah tangga bisa lebih lega.

Tak perlu lagi harap-harap cemas menanti hari gajian suami ketika ibu butuh uang lebih. Bisa memanfaatkan uang yang didapatkan sendiri untuk banyak keperluanmu. Tentu saja, kamu bisa memberikan anak fasilitas yang lebih baik dengan finansial yang juga lebih baik.

Cara Cerdas Ibu yang Butuh Uang

Nah, Jika Ibu butuh uang di samping sambil tetap fokus pada waktu di rumah bersama anak-anak kamu, berikut ini ada beberapa cara cerdas untuk melakukannya.

1. Pertimbangkan Soal Waktu

Waktu itu penting. Sebagai ibu rumah tangga, jam kerja kamu mungkin akan sangat terbatas. Jika anak-anak kamu belum bersekolah, waktu yang harus kamu curahkan untuk melakukan pekerjaan adalah mungkin sebelum mereka bangun, saat tidur siang, atau setelah mereka di tempat tidur.

Pertama, cobalah untuk mencari tahu berapa jam dalam seminggu kamu dapat mencurahkan untuk pekerjaan dan hitung waktu luang untuk fokus pada diri sendiri. Kedua, jika sudah menemukan waktu yang pas, kamu tinggal menentukan langkah selanjutnya.

2. Pikirkan Tentang Keahlian Kamu

Keahlian juga sama pentingnya dengan waktu. Ada baiknya jika Ibu butuh uang pertimbangkan beberapa faktor ketika memilih pekerjaan yang tepat untuk mendapatkan uang sementara kamu juga tinggal di rumah bersama anak-anak. Misalnya, apakah kamu mencari pekerjaan yang hanya membutuhkan sedikit keahlian? Apakah kamu lebih suka sesuatu yang membantu kamu menumbuhkan atau mempertahankan rangkaian keterampilan karier kamu sebelumnya sehingga dapat lebih mudah terjun kembali ke dunia kerja? Atu berdagang, entah itu secara offline, online arau perpaduan antara keduanya.

3. Putuskan Apakah Anak-anak akan Berkontribusi?

Bekerja selama jam libur adalah salah satu cara untuk menghasilkan uang saat kamu tinggal di rumah bersama anak-anak, tetapi pilihan lain adalah memasukkan mereka dalam petualangan mencari uang.

Namun hal ini tergantung pada usia anak-anak kamu, ada banyak peluang untuk mengambil beberapa pekerjaan sampingan yang dapat mengikutsertakan mereka, seperti menawarkan layanan pengasuhan anak kamu untuk orang tua yang bekerja di daerah kamu, atau menjaga hewan peliharaan lain saat orang pergi, antar jemput anak tetangga ke sekolah. Memasukkan anak-anak kamu dalam pekerjaan kamu adalah cara yang bagus untuk mulai mengajar mereka tentang etos kerja dan pentingnya penghasilan.

4. Cari Peluang

Setelah kamu memutuskan berapa banyak waktu yang dapat kamu curahkan dan jenis pekerjaan yang kamu sukai, kamu dapat mulai mencari peluang. Jika kamu mencari sesuatu di lingkungan kamu, pertimbangkan untuk tanya kesana-sini alias dari mulut ke mulut untuk mencarinya.

Manfaatkan lingkungan sosial tempat dimana kamu tinggal atau bertanya ke saudara atau kerabat mengenai peluang kerja yang bisa kamu garap. Atau jika kamu masih menyukai dan kangen dengan bidang pekerjaan lama kamu, tidak ada salahnya jua menghubungi mantan rekan kerja dan kolega, atau poskan di forum situs web yang sesuai dengan bidang kamu.

Untuk peluang lain, periksa situs yang fokus pada pekerjaan paruh waktu, jam kerja atau jarak jauh (remote). Susun portofolio yang menarik sebagai barang bukti atas skill yang kamu miliki. Dengan demikian, peluangmu untuk direkrut juga semakin besar.

5. Berpikir Bisnis

Setelah kamu mulai membawa uang tunai, ingatlah untuk memperlakukannya seperti kamu mendapatkan penghasilan Itu yang berarti menyisihkan sejumlah uang tertentu dari setiap gaji untuk menutupi pajak arau tagihan. Berapa banyak yang kamu sisihkan akan tergantung pada di mana kamu tinggal dan berapa banyak yang kamu hasilkan serta memiliki rencana untuk apa dengan sisa saldo.

6. Beri Diri Kamu waktu untuk Menyesuaikan Diri

Ingatlah bahwa bahkan pekerjaan kecil tampak keren saat kamu juga bertugas menjaga anak-anak tetap sehat dan bahagia sepanjang hari. Menghasilkan uang tambahan itu bagus, tetapi kemungkinan akan menyebabkan sedikit stres tambahan, terutama di awal. Biarkan diri kamu terbiasa dengan jadwal.

7. Lakukan Usaha Online atau Offline

Nah, kegiatan ini yang biasanya dilakukan oleh ibu rumah tangga yang lagi butuh uang. Menyambung dari poin nomor dua diatas, ada baiknya jika sebelum memulai, ketahuilah dulu kamu akan berjualan apa? Jika ahli dalam membuat sesuatu atau hobi membuat sesuatu, kamu bisa kembangkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual. Namun jika tidak ada keahlian, kamu dapat menjual barang dengan reseller atau yang sejenisnya. 

Jika sudah menemukan ide, segeralah berjualan. Namun jangan mengorbankan banyak waktu kamu bersama si buah hati. Untuk awalnya lakukan trial and error terlebih dahulu. Produksi atau jualan terbatas dan distribusikan ke lingkungan sosial, keluarga, teman dekat atau kolega. Tawarkan dengan harga pantas untuk uji cobanya dan lihat reaksinya. Jika sekira reaksinya positif dalam jangka waktu tertentu, lanjutkan.

Selain secara offline, kamu juga dapat melakukannya dengan cara menjual online dengan mengandalkan marketplace yang sudah tersedia atau membuat website khusus. Manfaatkan yang tidak membutuhkan dana pinjaman, khusus marketplace, untuk melakukannya dan jangan lupa gunakanlah jejaring sosial yang ada. Kamu bisa menggunakan akun pribadi sendiri atau membuat akun sendiri yang dikhususkan untuk menjual barang kamu. 

Hal yang juga penting untuk dilakukan adalah berinvestasi. Kamu bisa mulai berinvestasi secara rutin untuk hasil yang lebih baik di masa depan. Misalnya saja dengan investasi reksa dana lewat aplikasi Ajaib. Dana yang dibutuhkan amat terjangkau hanya mulai Rp10.000 saja. Kamu bisa menyisihkannya dari penghasilan maupun jatah bulanan belanjamu.

Selain itu, kelebihan lainnya adalah kamu bisa dengan mudah mencairkan kembali dana investasimu. Fitur ini sangat bermanfaat jika sewaktu-waktu ibu butuh uang untuk kebutuhan mendadak. Berinvestasi juga langkah yangamat bijak untuk masa depan keuangan yang lebih baik bagi keluarga.

The post Ibu Butuh Uang Sambil Urus Anak? Ini Cara Mendapatkannya appeared first on Ajaib.