Harga Emas Kembali di Bawah US$1.900 Akibat Data Tenaga Kerja

Harga emas di pasar spot pada hari ini, Kamis (3/6) pukul 09.00 WIB, melemah 0,11% ke US$1.868,68 per ons. Pelemahan juga terjadi di pasar COMEX sebesar 0,1% ke US$1.871,5 per ons. Pada Jumat pagi, harga logam mulia harus tersungkur lagi ke level di bawah US$1.900 per ons akibat menguatnya dua musuh bebuyutan emas, yakni tingkat […] The post Harga Emas Kembali di Bawah US$1.900 Akibat Data Tenaga Kerja appeared first on Pluang.

Harga Emas Kembali di Bawah US$1.900 Akibat Data Tenaga Kerja

Harga emas di pasar spot pada hari ini, Kamis (3/6) pukul 09.00 WIB, melemah 0,11% ke US$1.868,68 per ons. Pelemahan juga terjadi di pasar COMEX sebesar 0,1% ke US$1.871,5 per ons.

Pada Jumat pagi, harga logam mulia harus tersungkur lagi ke level di bawah US$1.900 per ons akibat menguatnya dua musuh bebuyutan emas, yakni tingkat imbal hasil obligasi AS dan dolar AS.

Pagi hari ini, tingkat imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun berada pada titik 1,628% atau menguat tajam dibanding Kamis (3/6) yakni 1,58%.

Menguatnya yield tersebut membuat investor kembali berpaling dari emas dan kembali berburu cuan di surat utang pemerintah AS. Penjelasan lengkap tentang hubungan harga emas dan yield obligasi pemerintah bisa dibaca di artikel berikut.

Di sisi lain, nilai dolar AS pun menguat di saat yang bersamaan. Pagi hari ini, indeks dolar AS sudah menyentuh angka 90,5, atau melonjak dibanding kemarin 89,94.

Melejitnya nilai dolar AS akan membuat harga emas relatif lebih mahal bagi mereka yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut. Alhasil, permintaan emas melorot, dan kemudian menyusutkan harganya.

Baca juga: Bagaimana Harga Emas Kemarin? Simak di Artikel Ini!

Sentimen Utama Harga Emas Hari Ini

Kenaikan indeks dolar AS dan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS pada hari ini dipicu oleh perilisan data terbaru ekonomi AS pada Kamis (3/6).

Data Departemen Ketenagakerjaan AS menunjukkan bahwa terdapat 388.000 pengangguran yang mengajukan program bantuan tunakarya AS sepanjang pekan lalu. Angka ini merupakan titik terendah selama pandemi COVID-19 berlangsung di negara adidaya tersebut.

Hal ini mengindikasikan bahwa optimisme ekonomi AS mulai menguat. Sehingga, investor mulai mengantisipasi kebijakan pengetatan moneter yang bisa saja dilakukan oleh bank sentral AS, The Fed.

Selain itu, data pengajuan bantuan ini pun mempertegas sinyal penguatan ekonomi yang ditunjukkan oleh data indeks manufaktur AS, yang juga dirilis pada pekan ini.data indeks manufaktur yang diterbitkan IHS Markit.

Data indeks manufaktur AS tercatat 62,1 pada Mei, atau naik dari posisi 60,5 di April. Di mana, kenaikan ini merupakan yang terkuat selama indeks tersebut hadir dalam 14 tahun terakhir.

Untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai laju pemulihan ekonomi AS, investor kini menunggu data ketenagakerjaan AS untuk bulan April. Data tersebut sedianya akan dirilis pada Jumat (4/6) waktu setempat.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Mundur Tipis Seiring Menguatnya Sentimen Pertumbuhan Ekonomi

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Sumber: ReutersBloombergCNBC

The post Harga Emas Kembali di Bawah US$1.900 Akibat Data Tenaga Kerja appeared first on Pluang.