Global Bond Adalah Diversifikasi Investasi, Apa Saja Manfaatnya?

Ajaib.co.id – Pada tahun lalu, Indonesia menggelontorkan stimulus untuk mendongkrak perekonomian akibat dampak pandemi COVID-19. Nilai stimulus tersebut tak tanggung-tanggung, yakni Rp450 triliun atau 2,5% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Salah satu pendanaan stimulus ini berasal dari global bond sebesar US$4,3 miliar dalam tiga bentuk surat berharga global.  Apa yang dimaksud dengan global bond itu? […] The post Global Bond Adalah Diversifikasi Investasi, Apa Saja Manfaatnya? appeared first on Ajaib.

Global Bond Adalah Diversifikasi Investasi, Apa Saja Manfaatnya?
Sumber: Pixabay

Ajaib.co.id – Pada tahun lalu, Indonesia menggelontorkan stimulus untuk mendongkrak perekonomian akibat dampak pandemi COVID-19. Nilai stimulus tersebut tak tanggung-tanggung, yakni Rp450 triliun atau 2,5% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Salah satu pendanaan stimulus ini berasal dari global bond sebesar US$4,3 miliar dalam tiga bentuk surat berharga global. 

Apa yang dimaksud dengan global bond itu? Global bond adalah obligasi atau surat utang negara internasional. Suatu negara menerbitkan global bond dalam bentuk valuta asing (valas). Dengan kata lain, obligasi internasional diterbitkan dan diperdagangkan di luar negara tempat mata uang obligasi tersebut berdenominasi. Perusahaan Amerika Serikat (AS), misalnya, dapat menerbitkan obligasi di Eropa. 

Mengapa global bond muncul? Lazimnya, investor berinvestasi pada pendapatan tetap asing yang berpotensi menghasilkan pengembalian moderat karena fluktuasi nilai tukar. Obligasi internasional merupakan salah satu cara mendiversifikasi terbatasnya portofolio pada denominasi atau obligasi satu negara tertentu. 

Bila perusahaan atau entitas lainnya ingin mengumpulkan modal besar, mereka dapat menerbitkan obligasi global. Global bond inilah yang kemudian ditawarkan di berbagai pasar modal, termasuk di Eropa, Asia, dan AS secara bersamaan.

Tak seperti pinjaman resmi, obligasi internasional adalah investasi yang tidak mengikat. Artinya, alokasi penggunaannya tidak perlu ditentukan sejak awal. Namun, obligasi internasional tetap dijual dalam berbagai jatuh tempo dan kualitas kredit. obligasi internasional, misalnya, dapat ditawarkan dengan tingkat bunga tetap atau mengambang dengan jangka waktu mulai dari satu hingga puluhan tahun.

Investasi global bond dikelompokkan ke dalam obligasi negara maju dan obligasi pasar negara berkembang. Perusahaan dan Pemerintah dari negara maju dapat menerbitkan global bond dengan jatuh tempo dan kualitas kredit yang berbeda. Sejumlah obligasi ini berdenominasi dolar AS. Tapi, sebagian besar dalam mata uang negara asal mereka.

Global bond umumnya berdenominasi dolar dan menawarkan suku bunga tinggi. Terlebih bila dilakukan oleh negara yang kondisi ekonominya sedang tidak stabil. Hal ini karena tingkat risiko yang dirasakan lebih tinggi dari investasi obligasi yang diterbitkan oleh negara yang secara ekonomi tidak stabil.

Biasanya, obligasi pasar negara berkembang dikeluarkan oleh Pemerintah yang berdaulat, bukan korporasi. Penerbitan obligasi internasional ini yang dimaksud terjadi pada tahun lalu.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, penerbitan obligasi internasional saat itu menjadi yang terbesar yang pernah dikeluarkan dalam sejarah Indonesia. Kementerian Keuangan mengakui, investor mayoritas pembeli obligasi internasional tahun lalu adalah investor manajer aset asal AS. Selain itu, ada pula lembaga asuransi dan dana pensiun yang ikut membelinya.

Tapi, bukan tahun lalu saja Indonesia mendapatkan kucuran dana dari luar negeri dalam bentuk obligasi internasional. Tercatat, Indonesia telah melakukan obligasi internasional sejak tahun 1996 lalu. Saat itu, nilainya sekitar US$400 juta dengan jangka waktu 10 tahun. Pemerintah juga pernah kembali menerbitkan global bond pada 2004 dan 2006 untuk mendongkrak perekonomian negara setelah dilanda krisis.

Pada tahun 2017, cukup banyak pula emiten yang menerbitkan global bond. Beberapa emiten yang terbilang sukses menerbitkan obligasi internasional kala itu antara lain PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Sawit Sumbermas TBk (SSMS).

Penerbitan obligasi internasional tentu bukan tanpa tujuan. Apalagi mengingat nilainya yang sangat besar. Sebagai salah satu instrumen dan sekaligus portofolio investasi, global bond memiliki sejumlah manfaat, yakni

Membiayai APBN

Pemerintah Indonesia menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tiap tahunnya. APBN berisi rencana keuangan tentang pemasukan dan pengeluaran yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sumber pembiayaan APBN bisa berasal dari dalam negeri, misalnya pajak. Selain dalam negeri, sumber pembiayaan APBN lainnya berasal dari luar negeri, seperti penerbitan obligasi internasional.

Menutup Defisit

Realisasi anggaran suatu negara bisa berpotensi defisit. Hal tersebut bisa disebabkan oleh sejumlah faktor, misalnya resesi. Anggaran yang defisit artinya pengeluaran lebih besar daripada yang sudah ditentukan di awal. Pemasukan yang ada pun belum bisa menutupi jumlah pengeluaran tersebut. Guna menutup defisit, negara tersebut dapat menerbitkan dan menjual global bond.

Memperkuat Cadangan Devisa

Kondisi tertentu bisa membuat banyak orang khawatir, seperti pandemi COVID-19 yang sampai saat ini masih berlangsung. Pandemi COVID-19 mampu membuat banyak hal terjadi di luar rencana awal. Untuk mengantisipasi dampak lebih parah, negara perlu mempersiapkan cadangan devisa yang kuat karena nilai tukar mata uang negara tersebut terus merosot. Salah satu caranya ialah menerbitkan obligasi internasional.

Pengakuan Pihak Internasional

Global bond juga dapat dijadikan sebagai bentuk pengakuan secara de facto. Pengakuan tersebut karena negara dinilai berhasil mengelola kebijakan keuangan serta memiliki prospek perekonomian tinggi. Terlebih lagi, tidak semua negara mempunyai akses ke pasar modal internasional. Lebih lanjut, pengakuan secara de facto itu merupakan tolok ukur bagi para investor asing terhadap stabilitas ekonomi Indonesia secara makro. 

Diversifikasi Sumber Pembiayaan

Global bond merupakan bentuk diversifikasi sumber pembiayaan. Berbeda dengan pinjaman luar negeri, penerbit obligasi internasional tidak terikat dengan berbagai aturan dari pihak pembeli obligasi. Jadi, pihak yang menerbitkan global bond memiliki posisi tawar yang kuat.

Meskipun memiliki sejumlah manfaat, obligasi internasional juga memiliki risiko yang tidak kecil. Hal ini tak terlepas dari nilainya yang besar. Saat jatuh tempo, contohnya, Pemerintah atau entitas yang menerbitkannya harus mempersiapkan dana untuk membayarnya kembali. Sebenarnya, risiko ini tak jauh berbeda dengan pinjaman komersial pada umumnya. 

Sumber: Apa Itu Global Bond? dan Global Bond: Pengertian dan Fungsinya, dengan perubahan seperlunya.

The post Global Bond Adalah Diversifikasi Investasi, Apa Saja Manfaatnya? appeared first on Ajaib.